Merah Putih: One for All — Animasi Kebangsaan dengan Biaya Rp 6,7 M, Siapa Sosok di Baliknya?

Merah Putih: One for All — Animasi Kebangsaan dengan Biaya Rp 6,7 M, Siapa Sosok di Baliknya?

Tue, 12 August 2025
download (1)

Merah Putih : One for All — Animasi Kebangsaan dengan Biaya Rp 6,7 M, Siapa Sosok di Baliknya?

 

Berawal Dari Trailer Film Picu Keributan Warganet

Merah Putih : One for All adalah proyek ambisius: film animasi kebangsaan dengan biaya besar dan waktu produksi singkat. Namun, penerimaannya cukup kontroversial karena ketidakseimbangan antara biaya dan kualitas visual/dubbing. Terlepas dari apa kata warganet, film ini tetap menarik sebagai catatan bersejarah dalam animasi lokal.

Bayangkan film animasi bertema kebangsaan yang dirilis menjelang HUT RI ke-80, tapi malah menuai kritik karena kualitas visual dan dubbing dinilai masih “kasar” dan bikin netizen garuk-garuk kepala. Itulah perjalanan Merah Putih : One for All.

Berdasarkan caption di CGV kreasi, film ini digadang-gadang sebagai animasi pertama yang bertema kebangsaan. Alurnya menceritakan sebuah desa yang sedang bersiap mengadakan lomba 17 Agustusan, dan 8 anak dari desa tersebut terpilih menjadi tim merdeka untuk menjaga sang bendera pusaka.

Komplikasi dari animasi ini yakni sang bendera pusaka hilang sebelum Upacara kemerdekaan dimulai esok hari. Demi menyelamatkan sang merah putih mereka pun mencari bersama-sama walau dari suku bangsa yang berbeda.

Promo spesial banjir diskon pasang kanopi hingga 20% di Appasco hubungi admin kami di : 08125227383

Anggaran dan Waktu Produksi

Film animasi ini digarap oleh rumah produksi Perfiki Kreasindo, disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang, dengan Toto Soegriwo sebagai produser.
Anggaran produksinya mencapai Rp 6,7 miliar—nominal yang cukup besar untuk sebuah animasi lokal.

Sutradara dan produser eksekutif film Merah Putih : One For All, Endiarto, buka suara tentang isu yang menyebut karya animasi tersebut menelan biaya produksi hingga Rp6,7 miliar.
Ia mengaku tak tahu dari mana rumor produksi Merah Putih mencapai miliaran rupiah itu muncul. Endiarto bahkan merasa angka itu begitu besar jika benar-benar diterima dirinya dan tim produksi.

Hebatnya, proses produksi kabarnya hanya memakan waktu sekitar sebulan, yakni dimulai pada bulan Juni 2025—sangat singkat untuk karya berdurasi 70 menit. Jangka waktu pengerjaan yang sangat singkat ini memunculkan dugaan dari warganet bahwa proyek tersebut dikerjakan terburu-buru, seolah menggunakan prinsip “the power of kepepet” agar bisa tayang bertepatan dengan momen HUT ke-80 RI pada 17 Agustus.

 

Sosok di Balik Layar Animasi Merah Putih : One For All

Sutradara & Penulis : Endiarto dan Bintang

Produser : Toto Soegriwo

Produser Eksekutif : Sonny Pudjisasono

Produksi : Perfiki Kreasindo, bekerjasama dengan CGV Kreasi dan Historika Film
Durasi film sekitar 70 menit—cukup panjang untuk sebuah animasi lokal

 

Kontroversi Kritik Visual dan Dubbing

Film ini menuai kritik pedas—klaim animasi terasa kaku, set dan karakter minim detail, dubbing bahkan disebut “aneh”, termasuk suara burung kakaktua yang terdengar seperti monyet.
Netizen bertanya-tanya: “Dana miliaran itu untuk apa saja?” Produser sempat merespons dengan komentar sinis, “Komentator memang lebih pintar”, sambil menyindir bahwa postingan kritis justru bikin film makin viral.

Kritik warganet juga datang dari terungkapnya fakta bahwa aset-aset yang dipakai dalam film, seperti latar jalanan dan karakter, bukan dibuat secara mandiri melainkan dibeli dari digital store Daz3D. Anggaran miliaran rupiah pun dipertanyakan. Warganet curiga, biaya karakter dan set yang dibeli hanya belasan dolar, namun anggaran produksi diklaim mencapai miliaran rupiah.

Entah memang upah animatornya yang diberi lebih karena waktu pengerjaan yang sangat mepet atau justru sengaja untuk borong tiketnya nanti. Sebagai perbandingan, biaya produksi anime seperti One Piece atau Demon Slayer per episodenya saja hanya Rp 1,8 miliar. Meski durasinya tidak selama film Merah Putih, tapi kualitasnya sangat jauh.

 

Renovasi Rumah Atau Pasang Kanopi? Di APPASCO Aja!

Appasco telah mewujudkan berbagai proyek konstruksi sipil, konstruksi besi, dan desain interior dengan hasil yang memukau dan berkualitas. Dari hunian hingga ruang bisnis, kami berkomitmen menghadirkan solusi yang inovatif, fungsional, dan estetis.

Kunjungi Instagram kami di @appasco_indonesia, untuk konsultasi masalah renovasi hubungi admin kami di 08125227383

Promo spesial banjir diskon pasang kanopi hingga 20% di Appasco hubungi admin kami di : 08125227383

Merah Putih: One for All — Animasi Kebangsaan dengan Biaya Rp 6,7 M, Siapa Sosok di Baliknya?
download (1)
Tue, 12 August 2025

Merah Putih : One for All — Animasi Kebangsaan dengan Biaya Rp 6,7 M, Siapa Sosok di Baliknya?

 

Berawal Dari Trailer Film Picu Keributan Warganet

Merah Putih : One for All adalah proyek ambisius: film animasi kebangsaan dengan biaya besar dan waktu produksi singkat. Namun, penerimaannya cukup kontroversial karena ketidakseimbangan antara biaya dan kualitas visual/dubbing. Terlepas dari apa kata warganet, film ini tetap menarik sebagai catatan bersejarah dalam animasi lokal.

Bayangkan film animasi bertema kebangsaan yang dirilis menjelang HUT RI ke-80, tapi malah menuai kritik karena kualitas visual dan dubbing dinilai masih “kasar” dan bikin netizen garuk-garuk kepala. Itulah perjalanan Merah Putih : One for All.

Berdasarkan caption di CGV kreasi, film ini digadang-gadang sebagai animasi pertama yang bertema kebangsaan. Alurnya menceritakan sebuah desa yang sedang bersiap mengadakan lomba 17 Agustusan, dan 8 anak dari desa tersebut terpilih menjadi tim merdeka untuk menjaga sang bendera pusaka.

Komplikasi dari animasi ini yakni sang bendera pusaka hilang sebelum Upacara kemerdekaan dimulai esok hari. Demi menyelamatkan sang merah putih mereka pun mencari bersama-sama walau dari suku bangsa yang berbeda.

Promo spesial banjir diskon pasang kanopi hingga 20% di Appasco hubungi admin kami di : 08125227383

Anggaran dan Waktu Produksi

Film animasi ini digarap oleh rumah produksi Perfiki Kreasindo, disutradarai dan ditulis oleh Endiarto dan Bintang, dengan Toto Soegriwo sebagai produser.
Anggaran produksinya mencapai Rp 6,7 miliar—nominal yang cukup besar untuk sebuah animasi lokal.

Sutradara dan produser eksekutif film Merah Putih : One For All, Endiarto, buka suara tentang isu yang menyebut karya animasi tersebut menelan biaya produksi hingga Rp6,7 miliar.
Ia mengaku tak tahu dari mana rumor produksi Merah Putih mencapai miliaran rupiah itu muncul. Endiarto bahkan merasa angka itu begitu besar jika benar-benar diterima dirinya dan tim produksi.

Hebatnya, proses produksi kabarnya hanya memakan waktu sekitar sebulan, yakni dimulai pada bulan Juni 2025—sangat singkat untuk karya berdurasi 70 menit. Jangka waktu pengerjaan yang sangat singkat ini memunculkan dugaan dari warganet bahwa proyek tersebut dikerjakan terburu-buru, seolah menggunakan prinsip “the power of kepepet” agar bisa tayang bertepatan dengan momen HUT ke-80 RI pada 17 Agustus.

 

Sosok di Balik Layar Animasi Merah Putih : One For All

Sutradara & Penulis : Endiarto dan Bintang

Produser : Toto Soegriwo

Produser Eksekutif : Sonny Pudjisasono

Produksi : Perfiki Kreasindo, bekerjasama dengan CGV Kreasi dan Historika Film
Durasi film sekitar 70 menit—cukup panjang untuk sebuah animasi lokal

 

Kontroversi Kritik Visual dan Dubbing

Film ini menuai kritik pedas—klaim animasi terasa kaku, set dan karakter minim detail, dubbing bahkan disebut “aneh”, termasuk suara burung kakaktua yang terdengar seperti monyet.
Netizen bertanya-tanya: “Dana miliaran itu untuk apa saja?” Produser sempat merespons dengan komentar sinis, “Komentator memang lebih pintar”, sambil menyindir bahwa postingan kritis justru bikin film makin viral.

Kritik warganet juga datang dari terungkapnya fakta bahwa aset-aset yang dipakai dalam film, seperti latar jalanan dan karakter, bukan dibuat secara mandiri melainkan dibeli dari digital store Daz3D. Anggaran miliaran rupiah pun dipertanyakan. Warganet curiga, biaya karakter dan set yang dibeli hanya belasan dolar, namun anggaran produksi diklaim mencapai miliaran rupiah.

Entah memang upah animatornya yang diberi lebih karena waktu pengerjaan yang sangat mepet atau justru sengaja untuk borong tiketnya nanti. Sebagai perbandingan, biaya produksi anime seperti One Piece atau Demon Slayer per episodenya saja hanya Rp 1,8 miliar. Meski durasinya tidak selama film Merah Putih, tapi kualitasnya sangat jauh.

 

Renovasi Rumah Atau Pasang Kanopi? Di APPASCO Aja!

Appasco telah mewujudkan berbagai proyek konstruksi sipil, konstruksi besi, dan desain interior dengan hasil yang memukau dan berkualitas. Dari hunian hingga ruang bisnis, kami berkomitmen menghadirkan solusi yang inovatif, fungsional, dan estetis.

Kunjungi Instagram kami di @appasco_indonesia, untuk konsultasi masalah renovasi hubungi admin kami di 08125227383

Promo spesial banjir diskon pasang kanopi hingga 20% di Appasco hubungi admin kami di : 08125227383

Artikel Lain

ruang belakang 1
Fri, 10 April 2026
Ruang Belakang Nggak Kep...
Ruang Belakang Nggak Kepake? Ini Cara Ubah Jadi Area Favorit! Punya ruang belakang tapi cuma jadi tempat j...
depan
Mon, 6 April 2026
Sulap Fasad Rumah Tanpa ...
Sulap Fasad Rumah Tanpa Bongkar Total: Ini Tips Renovasi Area Depan yang Efisien! Kesan pertama sebuah rum...
kamar mandi
Fri, 27 March 2026
Kamar Mandi Sempit Jadi ...
Kamar Mandi Sempit Jadi Mewah? Ini Rahasia Jasa Interiornya! Punya kamar mandi sempit sering kali dianggap...
Smart Facade
Fri, 27 March 2026
Arsitek Wajib Tahu! Tren...
Arsitek Wajib Tahu! Tren Fasad yang Lagi Viral Tahun Ini Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan dunia...
interior
Thu, 26 March 2026
Rumah Biasa Jadi Mewah? ...
Rumah Biasa Jadi Mewah? Ini Rahasia Jasa Interior yang Lagi Viral! Memiliki rumah yang nyaman, estetik, da...
Desain Interior
Tue, 17 March 2026
5 Pertanyaan Wajib Sebel...
Menyewa jasa desainer interior adalah keputusan besar. Selain menyangkut biaya yang tidak sedikit, hasilnya...