Asap masak yang menyebar ke seluruh rumah bukan hanya mengganggu
Mon, 21 September 2026

1. Standar ventilasi berdasarkan luas dan intensitas memasak
Kebutuhan ventilasi dapat dihitung berdasarkan ACH (Air Changes per Hour), yaitu jumlah pergantian udara dalam ruangan setiap jam.
- Masak ringan: 6–10 ACH
- Masak normal: 10–15 ACH
- Masak berat: 15–20+ ACH
Dapur yang sering digunakan untuk menggoreng, menumis, atau memasak dengan api besar membutuhkan ventilasi lebih kuat dibanding dapur yang hanya digunakan untuk memasak ringan.
2. Exhaust fan vs cooker hood
Exhaust fan berfungsi membuang udara panas, bau, dan udara pengap dari ruangan. Alat ini cocok sebagai ventilasi umum dapur.
Cooker hood dipasang tepat di atas kompor untuk menangkap asap, uap, dan partikel minyak sebelum menyebar ke seluruh ruangan.
Untuk dapur rumah, kombinasi cooker hood yang memiliki duct ke luar + ventilasi udara masuk biasanya lebih efektif.
3. Cara menghitung CFM
CFM menunjukkan banyaknya udara yang dapat dipindahkan oleh kipas setiap menit.
Rumus sederhana:
CFM = Volume dapur × ACH ÷ 60
Contoh dapur berukuran 3 × 3 × 2,8 meter memiliki volume sekitar 25,2 m³ atau 890 ft³.
Jika target ventilasinya 12 ACH:
890 × 12 ÷ 60 ≈ 178 CFM
Jadi kebutuhan ventilasi umumnya sekitar 180 CFM.
Untuk cooker hood rumah tangga, kapasitas sekitar 200–500 CFM dapat digunakan sebagai kisaran awal, tergantung jenis dan intensitas memasak.
4. Posisi dan ukuran jendela ventilasi
Jendela sebaiknya ditempatkan untuk menciptakan cross ventilation, yaitu udara segar masuk dari satu sisi dan udara kotor keluar dari sisi lainnya.
Idealnya:
- Bukaan tidak terhalang kabinet.
- Jalur udara melewati area dapur.
- Hindari menempatkan jendela terlalu dekat dengan api kompor.
- Gunakan kisi atau jendela yang tetap memungkinkan aliran udara meskipun dilengkapi kasa nyamuk.
5. Dapur tanpa akses langsung ke luar
Jika dapur tidak memiliki jendela, solusi utama adalah menggunakan cooker hood dengan duct yang terhubung ke luar bangunan.
Jika duct ke luar benar-benar tidak memungkinkan, dapat digunakan recirculating cooker hood dengan filter karbon. Sistem ini membantu mengurangi bau dan sebagian partikel minyak, tetapi tidak membuang panas dan kelembapan ke luar.
Karena itu, dapur tanpa akses udara langsung tetap membutuhkan sistem ventilasi ruangan yang baik agar tidak mudah panas, lembap, dan pengap.
wujudkan dapur rumah impian anda hanya di appasco indonesia konsultasikan sekarang
- Kategori : Renovasi Dapur Rumah
Artikel Lainnya
Thu, 17 September 2026

Mon, 21 September 2026
1. Standar ventilasi berdasarkan luas dan intensitas memasak
Kebutuhan ventilasi dapat dihitung berdasarkan ACH (Air Changes per Hour), yaitu jumlah pergantian udara dalam ruangan setiap jam.
- Masak ringan: 6–10 ACH
- Masak normal: 10–15 ACH
- Masak berat: 15–20+ ACH
Dapur yang sering digunakan untuk menggoreng, menumis, atau memasak dengan api besar membutuhkan ventilasi lebih kuat dibanding dapur yang hanya digunakan untuk memasak ringan.
2. Exhaust fan vs cooker hood
Exhaust fan berfungsi membuang udara panas, bau, dan udara pengap dari ruangan. Alat ini cocok sebagai ventilasi umum dapur.
Cooker hood dipasang tepat di atas kompor untuk menangkap asap, uap, dan partikel minyak sebelum menyebar ke seluruh ruangan.
Untuk dapur rumah, kombinasi cooker hood yang memiliki duct ke luar + ventilasi udara masuk biasanya lebih efektif.
3. Cara menghitung CFM
CFM menunjukkan banyaknya udara yang dapat dipindahkan oleh kipas setiap menit.
Rumus sederhana:
CFM = Volume dapur × ACH ÷ 60
Contoh dapur berukuran 3 × 3 × 2,8 meter memiliki volume sekitar 25,2 m³ atau 890 ft³.
Jika target ventilasinya 12 ACH:
890 × 12 ÷ 60 ≈ 178 CFM
Jadi kebutuhan ventilasi umumnya sekitar 180 CFM.
Untuk cooker hood rumah tangga, kapasitas sekitar 200–500 CFM dapat digunakan sebagai kisaran awal, tergantung jenis dan intensitas memasak.
4. Posisi dan ukuran jendela ventilasi
Jendela sebaiknya ditempatkan untuk menciptakan cross ventilation, yaitu udara segar masuk dari satu sisi dan udara kotor keluar dari sisi lainnya.
Idealnya:
- Bukaan tidak terhalang kabinet.
- Jalur udara melewati area dapur.
- Hindari menempatkan jendela terlalu dekat dengan api kompor.
- Gunakan kisi atau jendela yang tetap memungkinkan aliran udara meskipun dilengkapi kasa nyamuk.
5. Dapur tanpa akses langsung ke luar
Jika dapur tidak memiliki jendela, solusi utama adalah menggunakan cooker hood dengan duct yang terhubung ke luar bangunan.
Jika duct ke luar benar-benar tidak memungkinkan, dapat digunakan recirculating cooker hood dengan filter karbon. Sistem ini membantu mengurangi bau dan sebagian partikel minyak, tetapi tidak membuang panas dan kelembapan ke luar.
Karena itu, dapur tanpa akses udara langsung tetap membutuhkan sistem ventilasi ruangan yang baik agar tidak mudah panas, lembap, dan pengap.
wujudkan dapur rumah impian anda hanya di appasco indonesia konsultasikan sekarang
- Kategori : Renovasi Dapur Rumah
Artikel Lain
Sat, 19 September 2026
Dapur cantik ala majalah...
1. Alokasi budget
Untuk budget sekitar Rp15–20 juta:
Kabinet: 45–50%
Top table: 15%
Hardware: 10%
...
Fri, 18 September 2026
Perbedaan Bahan kitchen ...
1. Perbedaan Bahan Kitchen Set Blockmin dan Aluminium
BlockminBlockmin merupakan material berbahan dasar ...
Thu, 17 September 2026
Banyak yang menyesal tid...
1. Dapur basah vs dapur kering
Aspek
Dapur basah
Dapur kering
Fungsi utama
Memasak berat, mencuci...
Tue, 15 September 2026
Mengupas cat lama adalah...
1. Cat lama: langsung dicat atau dikupas?
Cat lama bisa langsung dicat jika masih melekat kuat, tidak men...
Mon, 14 September 2026
Material fasad yang tamp...
1. GRC — Glassfibre Reinforced Concrete
Keunggulan
Ringan dibanding beton konvensional, tetapi cukup k...
Sat, 12 September 2026
Dua rumah dengan luas ya...
Konsep Fasad Premium dan Elegan
Konsep fasad dirancang dengan pendekatan yang menonjolkan kesan premium, ...





